Pertama-tama aku ingin mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Richard Matthew Stallman, Linus Benedict Torvalds, dan Patrick Volkerding. Ketiga orang ini sangat berjasa karena telah memberikan begitu banyak kebebasan kepada orang-orang melalui perjuangan dan hasil karya mereka yang fenomenal. Richard yang tak kenal lelah merintis dunia open source dan membuat sistem operasi GNUnya yang sangat unik, Linus yang dengan kejeniusannya telah membuat kernel Linuxnya yang luar biasa canggih, serta Pat yang dengan ketekunan dan keteguhan hatinya telah membuat dan mempertahankan Slackware sehingga sampai saat ini Slackware tetap menjadi distro Linux yang eksis dengan segala kesederhanaannya.
Open source, GNU, Linux, dan Slackware. Apa sih itu ?
Open Source
Secara garis besar open source (sumber terbuka) menggambarkan suatu praktik pada kegiatan produksi dan pengembangan yang mau memberikan akses khususnya kode sumbernya sehingga orang lain dapat memanfaatkan kode sumber yang terbuka tersebut untuk diolah menjadi produk akhir. Di dunia komputer, open source memiliki hubungan yang sangat erat dengan software. Konsep open source software pada intinya adalah membuka kode sumber dari sebuah perangkat lunak. Dengan diketahui logika yang ada di kode sumber, maka orang lain semestinya dapat membuat software yang sama fungsinya. Meski begitu open source tidak berarti harus gratis. Seseorang bisa saja membuat sofware lalu membuka kode sumbernya, namun sebelum itu dia dapat mempatenkan algoritmanya, meendaftarkan hak cipta, dan tetap menjual perangkat lunak tersebut secara komersial. Definisi open source tidak hanya berarti akses kepada kode sumber, akan tetapi ada juga hal lain yang harus diperhatikan sehingga dapat memahami definisi open source secara utuh. Hal ini bisa dilihat pada situs Open Souce Inititive-The Open Source Definition . Kalau menurutku, open source ini tidak merugikan si pembuat software yang membuka kode sumbernya untuk umum. Selain bisa mendapatkan keuntungan materi, si pembuat software tersebut akanĀ menjadi lebih mudah mengembangkan softwarenya karena kode sumber atau bahkan software tersebut akan dikembangkan oleh banyak orang yang tertarik terhadap software tersebut. Secara logika normal, tentu jika semakin banyak orang yang berkontribusi positif dalam mengerjakan suatu hal maka hal tersebut akan semakin baik dan cepat berkembang. Kalau kita cermati hal ini sangat menarik karena didalamnya ada nilai luhur seperti budaya mau berbagi kepada orang lain. Orang yang diberi dan mendapat manfaat tersebut juga akan termotivasi untuk membagikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Sungguh indah, bukan ?
bersambung….

